Pertanyaan yang paling sering muncul soal kutu kucing ada dua: apakah ia menggigit manusia, dan kenapa kutunya tetap ada padahal kucingnya sudah diobati. Jawaban singkatnya, ya ia menggigit manusia, dan kutu yang Anda lihat di hewan peliharaan hanyalah sebagian kecil dari populasi sebenarnya.

Butuh penanganan sekarang?

Salah mengenali jenis kutu membuat penanganan berbulan-bulan sia-sia. Tim kami memastikan jenisnya dulu di lokasi, tanpa biaya.

Chat WhatsApp 0822 2111 8021 atau telepon (022) 87526756

Nama ilmiahnya Ctenocephalides felis. Di banyak daerah ia disebut kutu loncat, dan julukan itu tepat: dengan panjang tubuh hanya 1 sampai 3 milimeter, ia sanggup melompat sampai 30 sentimeter, sekitar 100 kali panjang tubuhnya.

Apakah kutu kucing menggigit manusia

Menggigit, tapi tidak menjadikan manusia inang tetap. Kutu kucing lebih menyukai darah kucing dan anjing, dan hanya beralih ke manusia ketika inang utamanya tidak ada, misalnya setelah hewan peliharaan dititipkan atau rumah lama ditinggal kosong.

Gigitannya khas: bentol kecil merah dengan titik lebih gelap di tengah, terasa gatal, dan hampir selalu terkumpul di area pergelangan kaki sampai betis. Ini yang membedakannya dari gigitan tumila atau kutu kasur yang muncul berderet di lengan dan badan.

Risikonya bukan hanya gatal. Kutu kucing dapat menularkan cacing pita Dipylidium caninum bila tertelan, dan garukan berlebihan pada anak kecil kerap berujung infeksi kulit sekunder.

Kenapa kutunya tetap ada padahal kucing sudah diobati

Ini bagian yang paling sering membuat orang menyerah, dan penjelasannya ada pada siklus hidup kutu.

Kutu dewasa yang menempel di bulu hewan hanya sekitar 5 persen dari total populasi. Sisa 95 persen ada di lingkungan rumah dalam bentuk telur, larva, dan pupa: di sela serat karpet, celah lantai kayu, kasur hewan, sofa, dan kolong perabot. Satu betina bertelur sampai 50 butir per hari, dan telur itu tidak lengket sehingga berjatuhan ke mana pun hewan Anda berjalan.

Yang membuatnya lebih licin lagi, pupa terbungkus kokon lengket yang tahan terhadap sebagian besar insektisida. Ia bisa menunggu berbulan-bulan di dalam kokon dan baru menetas ketika merasakan getaran, panas tubuh, atau karbon dioksida, yaitu tanda ada inang yang lewat. Itu sebabnya rumah yang lama kosong bisa tiba-tiba dipenuhi kutu begitu penghuninya kembali.

Mengobati hewannya saja berarti membiarkan 95 persen populasi tetap hidup di lantai rumah Anda.

Cara membasmi yang menyentuh seluruh siklus

Penanganan yang berhasil selalu menyerang hewan dan lingkungan pada waktu bersamaan.

Di hewan peliharaan, gunakan produk anti kutu dari dokter hewan, bukan bedak atau sampo warung yang efeknya sesaat. Rawat semua hewan di rumah sekaligus, bukan hanya yang terlihat menggaruk.

Di rumah, vakum seluruh karpet, sofa, dan kolong perabot setiap hari selama minimal dua minggu. Vakum bukan sekadar mengangkat kutu, getarannya juga memancing pupa menetas lebih cepat sehingga bisa terkena perlakuan. Buang isi kantong vakum ke luar rumah setiap selesai. Cuci alas tidur hewan dengan air panas di atas 60 derajat Celsius seminggu sekali.

Bersabar melewati siklus. Dari telur sampai dewasa butuh 2 sampai 3 minggu di kondisi hangat dan lembap seperti Indonesia. Kutu yang muncul di minggu kedua bukan berarti penanganan gagal, itu generasi yang sedang menetas dari kokon.

Kapan perlu penanganan profesional

Panggil bantuan bila kutu masih muncul setelah tiga minggu penanganan mandiri, bila gigitan di kaki penghuni terus bertambah, atau bila rumah Anda berkarpet luas dan bertingkat sehingga sulit dijangkau vakum sendirian.

Penanganan profesional memakai insektisida berformula IGR (insect growth regulator) yang memutus perkembangan larva sehingga siklusnya berhenti, bukan sekadar membunuh yang dewasa. Aplikasinya menyasar seluruh permukaan lantai dan celah, bukan hanya area hewan.

Satu catatan yang sering meleset: banyak orang mencari solusi kutu kucing padahal gigitan yang mereka alami sebenarnya berasal dari tumila atau kutu kasur, yang penanganannya berbeda total. Memastikan jenisnya lebih dulu menghemat waktu dan biaya. Untuk cakupan hama lain, lihat pest control Kota Bandung.

PT Duta Artha Selaras melayani Bandung dan sekitarnya sejak 2006. Survei lokasi gratis, termasuk memastikan jenis hama yang benar sebelum ada biaya apa pun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kutu kucing bisa terbang?

Tidak. Kutu kucing tidak bersayap, tapi lompatannya mencapai 30 sentimeter dan begitu cepat sehingga sering dikira terbang. Kalau yang Anda lihat benar-benar terbang, kemungkinan itu serangga lain.

Kenapa kutu loncat menggigit manusia?

Karena inang utamanya tidak ada, misalnya kucing dititipkan, atau populasinya sudah terlalu padat. Gigitannya hampir selalu terkumpul di pergelangan kaki sampai betis, berbeda dengan tumila yang menggigit lengan dan badan.

Bagaimana agar kutu kucing tidak menggigit manusia?

Obati semua hewan di rumah dengan produk dari dokter hewan, vakum karpet dan kolong perabot setiap hari selama dua minggu, cuci alas tidur hewan dengan air di atas 60 derajat Celsius, dan bila masih muncul setelah tiga minggu, gunakan penanganan profesional dengan insektisida berformula IGR.

PT Duta Artha Selaras Telepon: (022) 87526756 WhatsApp: 08 222 111 8021 Alamat: Jl. Batununggal Indah II No. 48 Ruko RD-29, Bandung